Minggu, 07 Januari 2018

Mendaki Eksotisme Semesta di Kawasan Eco-recreation Wisata Gunung Beruk, Wonderful Bumi Reyog


               
Apa yang pertama kali terlintas di benakmu ketika mendengar Kabupaten Ponorogo? Yaps betul, Reyog dan sate khas Ponorogo. Tersohor dengan kesenian Reyog di mancanegara tidak lantas menjadikan Ponorogo berdiam diri. Munculnya berbagai tempat wisata yang meremajakan usia menjadikan Gunung Beruk menjadi salah satu destinasi wisata yang wajib dikunjungi. Perkembangan yang mengadopsi kids jaman now yang sedikit-sedikit viral di media social menjadikan tempat wisata ini menjadi hits. Anak-anak, remaja, dewasa, maupun orang tua tak ayal berbondong-bondong mengunjungi tempat ini. Udara sejuk serta hamparan hijau yang terbentang luas sangat cocok digunakan untuk berekreasi bersama keluarga, teman, sahabat, pacar maupun gebetan. Wisata Gunung Beruk sendiri berada di Desa Karang Patihan, Balong, Ponorogo.

             

Pagi ini aku mengajak ibu dan adik untuk mengunjungi tempat yang sering digandrungi remaja itu. Katanya sih bagus, Bulik ku pun juga ikut mengenggembor-gemborkan tempat itu juga. Akhirnya dengan berbekal kuota aku menyusuri jalan dengan menggunakan Google Maps. Kalau temen-temen ingin ke tempat ini dari Alon-alon Kota lurus ke arah selatan gunakan jalur Ponorogo Pacitan. Lalu, tiba di perempatan pasar Balong belok ke barat sampai kalian menemukan perempatan Ngumpul. Selanjutnya, lurus ke barat sampai ketemu perempatan Karang Patihan dan belok ke arah kiri (arah selatan). Lalu setelah kurang lebih 500 meter akan ada petunjuk arah Wisata Gunung Beruk ke arah barat. Lurus ke barat sampai tiba di lokasi. Oiya, tempat wisata ini dapat di akses oleh kendaraan roda dua maupun roda empat. Setelah melakukan perjalanan kurang lebih setengah jam dari rumah sampailah kami di lokasi wisata. Disitu aku membayar retribusi sebesar Rp5.000 untuk satu sepeda motor sedangkan untuk pengguna roda empat pengunjung dikenakan biaya sebesar Rp10.000. Selanjutnya, kamipun melanjutkan perjalanan dengan meniti jalan setapak. Di sepanjang kaki gunung terdapat banyak orang menjajakan dagangannya, meraup rezeki dari ramainya pengunjung yang mendatangi tempat ini. Warung-warung sederhana pun dibangun untuk melepas lelah pengunjung usai menikmati pesona Gunung Beruk. Semakin ke atas kami di sambut dengan ratusan pohon pinus yang tumbuh menjulang menggapai langit. Rindang dan sejuk. Cocok sekali untuk tempat pacaran. Haha aku tertawa. Aku berjalan bak tour guide sedang adik berada di belakangku dan ibu berada paling belakang. Kulihat mereka mulai kelelahan nampak dari tetes-tetes keringat yang terjatuh dari pelipisnya.  Aku pun tertawa dan terus menyemangati mereka. Itung-itung perjalananan ini untuk diet yang lebih baik. Akses jalan setapak ini sudah kokoh karena diolah sedemikian rupa guna memudahkan pengunjung dalam melalui medannya. Adanya bambu penyangga di kanan-kiri tentu sangat memudahkan orang tua untuk melintas. Kulihat berpuluh manusia telah memenuhi tempat wisata ini. Ada yang berselfie di rumah pohon yang memiliki tinggi sekitar 20 meter, pasangan muda-mudi yang berfoto dengan background MT Beruk, dan bahkan orang tua yang sekedar melepas lelah usai mendaki gunung di gubug bambu yang tersedia di kanan kiri lereng. Kamipun duduk di salah satu bangku tepat di depan maskot bertuliskan MT Beruk melepas lelah yang cukup menguras tenaga usai mendaki gunung ini. Memandangi dan meresapi anugerah alam yang saat ini kami pijaki. Satu Kata. Capek.
Salah satu gambar perjalanan menuju pusat lokasi Wisata Gunung Beruk
Potret Pemandangan Gunung Beruk dari ketinggian

Oiya, sebenarnya dulu Gunung Beruk bukanlah tempat wisata. Hanya gunung biasa yang tandus dan gersang yang di gunakan para warga untuk bertanam maupun berkebun. Namun, berkat campur tangan Pemuda Karang Taruna Desa Karang Patihan gunung ini akhirnya disulap menjadi obyek wisata yang katanya bermodal Anugerah Alam yang indah. Awal mulanya dibuatlah rumah pohon kecil di atas Gunung Bangkong. Dengan berbekal kamera dan media sosial sebagai ajang promosi hal ini pun menarik rasa penasaran wisatawan untuk mengunjungi tempat rekreasi yang murah meriah ini. Hingga sekarang, hampir ratusan pengujung setiap hari mendatangi obyek wisata ini. Sehingga, ada saja inovasi pembangunan spot baru yang semakin apik dan menarik. Sebenarnya bila ditelaah lebih jauh yang menjadi lokasi wisata ini adalah Gunung Bangkong. Sedangkan Gunung Beruk sejatinya berada di samping Gunung Bangkong yang menjadi pelengkap tersendiri. Namun, karena netizen lebih akrab dengan sebutan beruk maka kawasan wisata ini lebih dikenal dengan Gunung Beruk. Oh iya, meskipun bernama beruk yang berarti kera bukan berarti kita bisa bertemu banyak kera. Tetapi, nama beruk ini diambil karena gunung itu memiliki bentuk yang mirip dengan batok kelapa tengkurap. Jika dipandang dari kejauhan barulah nampak seperti seekor beruk yang ada di puncak gunung.
Salah satu Spot foto kekinian di Obyek Wisata Gunung Beruk
                     
Tak kalah dengan Kulon Progo, disini pengunjung bisa menikmati gardu pandang berlatar belakang pegunungan yang berdiri kokoh di atas bumi dengan ribuan tanaman hidup di atasnya melalui rumah pohon yang ada. Saat melihat sudut lain, pengunjung pun disuguhkan dengan pemandangan Ponorogo dari ketinggian 750 MDPL. Keren kan? Selain digunakan untuk wisata, tempat ini kerapkali juga digunakan untuk outbond maupun panggung gembira. Jadi, adakalanya pada acara tertentu di adakan orkesan maupun dangdutan. Seperti hari ini, terdapat panggung gembira yang esok hari akan digunakan untuk perayaan tahun baru.
Salah satu Spot foto kekinian di Obyek Wisata Gunung Beruk
                     
 Salah satu Spot foto kekinian di Obyek Wisata Gunung Beruk
                                                                     
Setelah mengunjungi berbagai spot foto kekinian dan panorama eksotis yang berhasil menyita tenaga, Kamipun turun dan mampir di salahsatu warung bambu sederhana di kaki Gunung Beruk. Tadinya aku berfikir pasti harga makanan dan minumannya mahal karena berada di kawasan wisata. Dan aku salah, ternyata dengan uang Rp4000 pengunjung sudah bisa menikmati segarnya segelas es degan gula jawa plus jajanan tradisional kicak yang harganya murah meriah. Kicak adalah jenis jajanan tradisional yang terbuat dari tepung singkong dan dipadupadankan parutan kelapa dan gula merah. Selain itu, menu lain yang juga disediakan di tempat ini adalah tiwul goreng. Kalau kalian familiar dengan nasi goreng dan hobi berburu kuliner sayang rasanya jika tidak mencicipi gurihnya tiwul goreng khas Gunung Beruk ini. Tempat yang cocok untuk piknik bersama orang terkasih ini wajib rasanya dikunjungi. Sederhana tapi memiliki berjuta manfaat. Tertarik? Yuk main kesini. Salam Wisata!


Kamis, 04 Januari 2018

Karena Ibu, 600 Katapun Takkan Cukup

    Aku tiada pernah mengira akan terlahir dari rahim seorang wanita sederhana yang bersahaja. Wanita yang pendidikannya hanya sebatas bangku sekolah dasar dan berjuang memenuhi segala kebutuhannya secara mandiri. Waktu kecil aku berfikir kenapa aku tidak lahir di keluarga yang serba berkecukupan, terpenuhi segala inginku tanpa harus menangis terlebih dahulu? Mengapa aku harus terlahir dari wanita yang kerap kali mendoktrinku agar selalu membagi satu bungkus mie instan untuk dua kali makan? Mengapa aku selalu disuruh berhemat ini dan itu, sedang teman-temanku bisa menghabiskan sesuka kemauannya? Mengapa mereka beruntung bisa les ini dan itu, sedang aku sama sekali tak pernah merasakannya?
    Aku tersenyum kala ingat pikiran dangkal itu. Dan semua itu salah. Nyatanya aku terlalu beruntung untuk mendapatkan malaikat itu. Malaikat yang hanya bergelar ibu yang senantiasa merelakan jatah jajan arisannya untuk dibawa pulang agar anaknya turut menikmati. Ibu yang cukup makan nasi dan sambal sedang ikanpun diberikan sang anak. Hingga di sepertiga malamnya tak henti menunaikan shalat malam berharap anak-anaknya menjadi insan bermartabat yang bisa menjadi tabungan amalnya kelak di akhirat.
    Ibu, bagaimana engkau rela mendinginkan tubuhmu pukul satu dini hari untuk membuat susu kedelai yang paginya kau jual keliling desa dengan mengayuh sepeda butut itu? Engkau bersyukur meski laba tak seberapa, namun kau tiada berputus asa. Hari demi hari kau tekuni demi secerca nafkah untuk anakmu. Dan sampailah pada  titik lelahmu engkau pun beralih bekerja di pasar tradisional. Bu, bukankah melelahkan bangun pukul 3 dini hari untuk berangkat ke tempat itu? Dengan jarak berpuluh kilometer dari rumah kau tetap mencabik sunyinya pagi, sedang anak dan bahkan tetanggamu detik itu masih pulas di balik selimutnya. Bodohnya aku bahkan merasa itu adalah hal yang wajar karena engkau ibu yang harus memenuhi kebutuhanku. Dan ternyata aku salah. Aku begitu naif untuk berleha-leha membiarkanmu berjuang sekeras itu. Bu, coba ajarkan aku bagaimana menjadi wanita hebat dalam melakukan segala pekerjaan rumah sedang saat kau suruh aku untuk membeli bawang saja aku mengeluh tiada kira.
    Aku tiada pandai merangkai kata untuk mengukir dan mengingat semua kenangan bersamamu, Bu. Karena mereka terlalu banyak dan acap kali membuatku tersedu kala mengingat segala perjuanganmu. Engkau pernah bercerita, di saat aku mulai merangkak aku menumpahkan satu panci sayur sop buatanmu. Akupun dengan lucunya memakan isi sayur yang tumpah dengan lahapnya. Kau pun tak memarahiku meski jika ku ingat itu pasti merupakan hal yang membuatmu repot karena harus memasak ulang dan bahkan membersihkan sisanya. Bahkan, saat aku sudah mulai bisa berbicara dengan lugunya aku memanggil setiap bapak-bapak pedagang. Padahal, saat itu engkau tidak punya uang sedikitpun. Hingga, suatu hari engkau pernah menangis nelangsa karena di usia itu aku merengek minta dibelikan gelang hingga ayahpun rela tiada pulang dua hari hanya untuk menaruh gelang emas di pergelangan tangan kecilku. Lalu bagaimana aku nanti, Bu? sanggupkah aku menjadi wanita kuat sepertimu?
    Ibu, kini tenagamu tak lagi sama seperti dulu. Cantikmu terganti dengan kerut keriput usia yang menjadi saksi bisu perjuangmu. Namun, hatimu tetap berseru bahwa aku anakmu meski kadang aku mengabaikanmu. Bibirmu tiada henti melantunkan doa kepada Sang Pencipta agar aku memiliki pendidikan yang lebih daripadamu, berprestasi, dan dapat mengangkat derajatmu.  Doamu adalah ridho semesta yang tanpanya aku bukanlah apa-apa.
    Jika aku tiada bisa menyentuh hati orang lain karena bodohnya aku dalam menuangkan tulisan tentangmu, maafkan aku Bu. Karena aku tahu, perasaan itu milikku. Dan hanya aku yang bisa menangis tersedu mengingat sedikit dari banyaknya kisah yang ku tulis. Semoga kasih sayang dan cinta membuatmu mencium bau kasturi di JannahNya. Menghantarkanmu pada setinggi-tingginya syurga yang sungguh itu berada di bawah telapak kakimu. Karena kau ibuku dan akan selalu menjadi ibuku.(587kata)

Selasa, 02 Januari 2018

Trik Persiapan Diri dalam Mengikuti Lomba maupun Olimpiade

Menjadi suatu kebanggaan saat nama kita tertera untuk menjadi delegasi sekolah dalam mengikuti suatu ajang lomba. Menjadi orang yang terpilih merupakan tanggungjawab yang besar dan memberikan suatu stigma tersendiri bahwa kita harus berhasil dan tidak boleh mengecewakan orang-orang yang sudah memberi amanah kepada kita. Bukankah menjadi suatu momok yang menyeramkan saat apa yang kita sumbangsihkan sekenanya aja, sebisanya aja dan berfikir yang penting jadi perwakilan sekolah dan hasilnya pasrah aja. Nah, kali ini ikak bakal berbagi pengalaman buat temen-temen, yang pasti bukan hanya fikiran namun mental juga harus kita persiapkan disini. Lalu bagaimana caranya?

1. Niat

Kali ini kamu harus benar-benar berjuang untuk mempersiapkan sebaik-baiknya dirimu untuk mengikuti ajang ini, ikhlas lillahitaallah tanpa rasa keluh kesah.

2. Persiapan dengan matang dengan banyak jam terbang

Untuk mengikuti suatu lomba maupun olinpiade tentunya diperlukan persiapan yang matang. Jam terbang yang banyak tentu akan sangat

Contoh Membuat Opini untuk Kampus

Ku Ingin seperti Fakultas yang lain...
Kota pendidikan merupakan salah satu julukan yang melekat pada kota Malang. Julukan ini muncul lantaran banyak jumlah kampus serta sekolah yang ada di Kota Malang. Salah satu Universitas yang terkenal adalah Universitas Negeri Malang.
Universitas Negeri Malang merupakan salah satu kampus yang akrab dikenal dengan IKIP Malang. Secara keseluruhan Universitas Negeri Malang memiliki delapan fakultas yang terdiri atas 27 jurusan dan 1 Pascasarjana diselenggarakan pada 64 program studi kependidikan dan 27 program studi nonkependidikan meliputi 52 program Sarjana 16 program Magister 13 program Doktor 10 program Diploma. Sebagian besar program studi ini diselenggarakan di kampus induk (Kampus I UM) yang berlokasi di Jl. Semarang 5 Malang. Sedangkan beberapa program studi diselenggarakan di dua kampus lainnya yaitu Kampus II di Jl. Ki Ageng Gribig 45 Sawojajar Malang dan Kampus III.
“Kampus dalam Taman”  begitu orang menyebutnya.

Kamis, 02 November 2017

Move On adalah

Apasih Move On itu? Move On adalah dua kata yang mudah di ucap tapi sulit di implementasikan. Bagaimana mungkin kamu bisa move on saat hati mu saja enggan dan masih stuck dengan orang yang sama, dengan keadaan yang sama, dan dengan hati yang sama.

Minggu, 08 Oktober 2017

Setinggi Ilmu, Sepintar Siasat, Sekuat Keyakinan

Setinggi-tinggi Ilmu, Sepintar-pintar siasat, Sekuat-kuat keyakinan~
Kadang ekspektasi memang tidak sesuai dengan realita, tidak sesuai dengan apa yang diharapkan, namun selalu saja ada tangan-tangan Tuhan yang senantiasa mewujudkan cinta kasih pada makhluk-makhluk ciptaan-Nya.
Selalu ada saja cara Tuhan membuat skenario terbaik untuk hambanya.
Banyak orang misconception tentang sekolah.
Sekolah tingkat tinggi yang ilmunya tidak akan terpakai di dunia kerja nanti.
Secara teknis semua ini bukan tentang pelajaran memang, namun lebih pada koneksi, wawasan, cara berfikir, tuntutan ide kreatif dan bahkan juga public speaking yang semua itu basic nya berasal dari sekolah.
Yup. Setinggi-tinggi Ilmu.

Selalu ada mimpi-mimpi konyol yang menjadi bahan tertawaan orang lain.

Senin, 28 Agustus 2017

Panji-Panji Tresna

Aku menikah di usia ku yang ke 17 tahun dengan seorang pemuda yang beda usia tujuh tahun diatasku. Kala itu kami menjalin hubungan yang dikenal dengan istilah pacaran sekitar 6 bulan, hingga bulan berikutnya dia melamarku untuk dijadikan pendamping hidupnya. Laki-laki ini adalah pria dewasa yang tak memiliki romansa romantis sedikitpun dan ucapkali cuek dan supel. Inilah laki-laki yang menjadi panutan dunia akhiratku kedepannya.
Kini aku tinggal dirumah suamiku. Rumah yang di dalamnya terdapat ibu mertua dan adik-adik suamiku. Alasan klise lantaran kami memang belum memiliki gubuk sendiri. Satu tahun berikutnya, kami telah dikaruniai seorang putri yang cantik jelita. Ku namai dia Laila Lifiana. Malaikat kecil yang selama sembilan bulan ku nantikan kehadirannya. Putri kecil yang menjadi kesayangan bapak mertuaku.

Minggu, 27 Agustus 2017

Merdeka Secara Financial

Merdeka secara finansial di era generasi milenial merupakan cara seorang generasi yang hidup dalam dunia teknologi untuk mampu memanfaatkan segala kemudahan yang ada guna mewujudkan pribadi mandiri dan dapat memanajemen keuangan dengan baik.
Mengapa perlu merdeka secara finansial? Agar di masa depan nanti kita dapat membeli rumah tanpa kedit puluhan tahun, dapat mempersiapkan dana pensiun, tidak terjebak dalam hutang, serta dapat berkontribusi dalam memajukan perekonomian Indonesia.
Memang bukan perkara mudah, namun tidak ada yang sulit semasa kita masih mau untuk berusaha. Lalu bagaimana memanajemen keuangan kita dengan baik dan efisien?

1.       Tentukan Skala Prioritas

Merencanakan dan membuat

Minggu, 09 April 2017

Ulasan Batik Merak Khas Ponorogo

Siapa yang tidak mengenal Ponorogo? Sebuah kabupaten di Jawa Timur yang terkenal budaya kesenian reog. Namun, banyak orang tidak tau jika Ponorogo juga memiliki batik corak khas tersendiri. Secara kebudayaan, batik masuk ke Kota Reog sejak abad ke 15 Masehi, ketika Ki Ageng Hasan Besari Tegalsari menikah dengan salahsatu putri Keraton Surakarta. Pada saat itu kebudayaan Keraton Surakarta di bawa ke Ponorogo termasuk budaya batik. Sehingga, awal abad ke 20 sekitar tahun 1900-1930an merupakan era dimulainya industri batik di Ponorogo. Karena adanya akulturasi budaya maka corak dan motif batik Ponorogo banyak mengangkat tema flora dan fauna yang motifnya condong ke daerah Solo dan Jogjakarta.
Batik klasik Ponorogo ini merupakan motif batik merak berlatar warna ireng yang diilhami dari kesenian reog yang menjadi ikon daerah Ponorogo. Motif merak yang sangat kental dengan kesenian budaya tradisional Ponorogo memiliki arti keindahan yang dikemas dengan kemewahan bulu-bulu burung merak. Bentuk dasar ragam hias motif burung merak hijau (pavu muticus) adalah seekor merak yang sedang mengembangkan bulu ekor yang panjang bagai sebuah kipas nan molek. Ide dasar dari motif ini menurut penulis dapat didefinisikan sebagai hidup yang sejatinya dipenuhi keindahan. Meski terkadang hadir ketidaksesuaian namun selalu ada celah untuk merasakan keindahan. Keunikan motif ini tidak hanya ada seekor burung merak namun hadir bersama dengan motif lainnya yaitu berbaur dengan helai demi helai bulu merak yang ditata secara acak. Komponen warna hijau yang mendominasi serta warna lainnya seperti hitam, merah, emas dan kuning memiliki warna yang diyakini dapat mencerminkan kepribadian masyarakat Ponorogo. Keindahan motif merak sendiri juga dapat dibuktikan dengan dijadikannya simbol burung merak sebagai inspirasi budaya di berbagai negara seperti di Myanmar, Malaysia dan Tiongkok.

Batik corak khas Ponorogo ini merupakan fashion yang menjadi list wajib saat momen-momen penting di Kota Reog. Tidak hanya pada kegiatan Grebeg Suro dan Pemilihan Kakang Senduk Ponorogo, namun pemerintah daerah juga memberikan peraturan bahwa batik khas Ponorogo juga harus menjadi pakaian wajib bagi para pegawai pemerintahan dan akademisi dalam menjalankan tugas di hari-hari tertentu. Selain itu adanya pengakuan UNESCO yang menetapkan Batik Indonesia sebagai warisan kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi (Masterpieces of the Oral and Intangible Heritage of Humanity) sejak 2 Oktober 2009, harus memberikan asupan motivasi pada generasi muda dalam melestarikan budaya batik yang ada. Batik inilah yang sejatinya dapat dijadikan manifestasi dari kebijaksanaan dan kejeniusan budaya lokal. Untuk mendukung hal tersebut dibutuhkan sinergi yang solid dari seluruh elemen masyarakat dan institusi terkait untuk membuat batik corak khas Ponorogo menjadi dikenal di era milenium sekarang. Sehingga, pelestarian baik dalam industri, budaya dan unsur seni batik corak khas Ponorogo dapat berkembang secara maksimal.

Sabtu, 24 September 2016

Cerita Tentang Beasiswa Bidik Misi

Fatamorgana Perguruan Tinggi

Awalnya aku tak pernah berfikir untuk bisa duduk di bangku perguruan tinggi. Serasa dulunya itu sangatlah mustahil bagiku, karna aku sadar bahwa orangtuaku tak akan mampu membiayaiku untuk kuliah.
Menyelami kembali masa lalu yang kini masih saja membuat hati gemetar. Sejak kecil aku terlahir dari keluarga biasa. Berlatar belakang keluarga yang menganggap perguruan tinggi hanya untuk mereka yang kaya. Ketika masa taman kanak-kanak aku sudah mulai berfikir masa depan, ya sebuah khayalan anak kecil yang meniru jejak orang-orang disekitarnya. Saat itu aku bermimpi, bahwa kelak aku ingin melanjutkan studi di Sekolah Menengah Kejuruan dan selanjutnya bekerja di tempat yang enak seperti pegawai negeri di lingkungan rumahku. Mimpi anak kecil yang terlalu polos.
Hari berganti bulan, bulan berganti

Sabtu, 03 September 2016

Pengelolaan Sampah sebagai Upaya Penguatan Ekonomi Kreatif

Pembangunan ekonomi masyarakat dipengaruhi besar oleh perkembangan perekonomian global. Perkembangan yang saat ini lebih menekankan pada aspek pengetahuan dan inovasi, atau lebih dikenal dengan sebutan ekonomi kreatif. Pembangunan ini dituntut untuk mampu berdaya saing lokal, nasional, maupun internasional melalui dukungan kearifan lokal. Pada masa dahulu, perekonomian Indonesia belum mengenal dengan sistem ekonomi kreatif. Akan tetapi, seiring dengan perkembangan jaman, Negara Indonesia kini sudah mulai mengetahui tentang apa itu ekonomi kreatif. Menurut Howkins, ekonomi kreatif adalah kegiatan ekonomi dimana input dan outputnya adalah gagasan. Gagasan yang dimaksud adalah gagasan yang bersifat orisinil dan dapat dilindungi oleh HAKI (Hak Atas Kekayaan Intelektual). Kemampuan untuk mewujudkan kreativitas yang diramu dengan nilai seni, teknologi, ilmu pengetahuan, budaya, dan kearifan lokal menjadi modal dasar untuk menghadapi persaingan ekonomi global, sehingga muncullah ekonomi kreatif

Rabu, 31 Agustus 2016

MEMPRINT-OUT ULANG SPPT PBB YANG HILANG



Kalian juga mengalami apa yang ika rasakan? Hmm. Sedih ya. Padahal pipel PBB lagi butuh banget buat persayaratan pendaftaran sekolah, daftar kerja ataupun lainnya.
Ceritanya kemarin tahun 2016 ika mau daftar sekolah dan persyaratannya harus menggunakan SPPT PBB, karena bukti pbb rumah ika masih jadi satu dengan punya simbah jadi ika harus ke rumah beliau untuk meminta bukti pbb sebagai lampiran. Nah, ternyata Bukti pembayaran PBB tahun 2016 yang baru kemarin dibayar udah hilang entah kemana. Sedih banget wis. Ika pun berinisiatif mencari info di mbah google, siapa tau ada korban yang nasibnya seperti ika. Dan ternyata ada. Namun, tidak terlalu jelas. wah kita senasib nih. akhirnya ika pun berjuang untuk mencari cara mendapatkan PBB baru tanpa seorangpun tau. setelah melalui berbagai halangan dan rintangan yang mengahadang, (yaelahh ika alay -__-) Ika punya nadzar kalau ika berhasil mendapatkannya (Pipel PBB) Ika bakal berbagi cerita ke temen-temen biar ndak kesulitan mencari info kaya Ika. :( singkat cerita...
Berikut ini langkah yang harus temen-temen lakuin berdasarkan pengalamannya ika ya, yaitu :

Minggu, 28 Juni 2015

...Oh.. ayah Aku sudah capek!...



Bismillahir-Rahmaanir-Rahim ...Di suatu sore, seorang anak datang kepada ayahnya yg sedang baca koran… “Oh Ayah, ayah” kata sang anak…

“Ada apa?” tanya sang ayah…..

“aku capek, sangat capek … aku capek karena aku belajar mati matian untuk mendapat nilai bagus sedang temanku bisa dapat nilai bagus dengan menyontek…aku mau menyontek saja! aku capek. sangat capek…

aku capek karena aku harus terus membantu ibu membersihkan rumah, sedang temanku punya pembantu, aku ingin kita punya pembantu saja! … aku capel, sangat capek …

aku cape karena aku harus menabung, sedang temanku bisa terus jajan tanpa harus menabung…aku ingin jajan terus! …

aku capek, sangat capek karena aku harus menjaga lisanku untuk tidak menyakiti, sedang temanku enak saja berbicara sampai aku sakit hati…

Mengingat Kembali Nasehat Imam Ibnu Athaillah



“Jika engkau telah berusia empat puluh tahun, maka segeralah untuk memperbanyak amal shaleh siang maupun malam. Sebab, waktu pertemuanmu dengan Allah ‘Azza wa Jalla semakin dekat. Ibadah yang kau kerjakan saat ini tidak mampu menyamai ibadah seorang pemuda yang tidak menyia-nyiakan masa mudanya. Bukankah selama ini kau sia-siakan masa muda dan kekuatanmu. Andaikata saat ini kau ingin beramal sekuat-kuatnya, tenagamu sudah tidak mendukung lagi”.

Oleh karena itu beramallah sesuai kekuatanmu. Perbaikilah masa lalumu dengan banyak berdzikir, sebab tidak ada amal yang lebih mudah dari dzikir. Dzikir dapat kamu lakukan ketika berdiri, duduk, berbaring maupun sakit. Dzikir adalah ibadah yang paling mudah.

Rasulullah saw bersabda :
“Dan hendaklah lisanmu basah dengan berdzikir kepada Allah swt.”

Bacalah secara berkesinambungan doa’ dan dzikir papa pun yang mudah bagimu. Pada hakikatnya engkau dapat berdzikir kepada Allah swt adalah karena kebaikannya. Ia akan mengaruniamu”

“Ketahuilah, sebuah umur yang awalnya disia-siakan, seyogyanya sisanya dimanfaatkan. Jika seorang ibu memiliki sepuluh anak dan sembilan diantaranya meninggal dunia. Tentu ia akan lebih mencintai satu-satunya anak yang masih hidup itu. Kamu telah menyia-nyiakan sebagian besar umurmu, oleh karena itu jagalah sisa umurmu yang sangat sedikit itu. Demi Allah, sesungguhnya umurmu bukanlah umur yang dihitung sejak engkau lahir, tetapi umurmu adalah umur yang dihitung sejak hari pertama engkau mengenal Allah swt”.

KISAH PENGORBANAN RASULULLAH UNTUK UMAT



Ketika Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam membaca ayat al Qur'an (ucapan nabiyullah Ibrahim As):

"Ya Tuhanku, sesungguhnya berhala- berhala itu telah menyesatkan kebanyakan daripada manusia, maka barangsiapa yang mengikutiku, maka sesungguhnya orang itu termasuk golonganku, dan barangsiapa yang mendurhakai aku, maka sesungguhnya Engkau, Maha Pengampun lagi Maha Penyayang" (QS. Ibrahim: 36)

Kemudian Rasulullah membaca ayat al Qur'an lagi (ucapan nabi Isa As): " Jika Engkau menyiksa mereka, maka sesungguhnya mereka adalah hamba-hamba-Mu, dan jika Engkau mengampuni mereka, sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana " ( QS. Al Maidah : 118 )

Maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam mengangkat kedua tangannya, menangis dan berdoa: "Wahai Allah, tolonglah ummatku, tolonglah ummatku"

Kemudian malaikat Jibril As turun kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dan berkata: "Wahai Rasul, Allah bertanya apa yang membutmu menangis?" Allah subhanahu wata'ala Maha Tahu keadaan beliau- , namun Allah mengutus Jibril As kepada Rasulullah agar beliau mengeluarkan isi hatinya, apa yang menyebabkan beliau menangis.

Maka Rasulullah berkata: "Nabi Ibrahim As berlepas diri dari ummatnya yang pendosa, begitu pula nabi Isa As, namun aku tidak bisa begitu saja melepaskan diri dari ummatku yang pendosa, aku tidak mampu mengatakan seperti yang telah diucapkan nabi Ibrahim dan nabi Isa (QS. Ibrahim: 36 dan QS. Al Maaidah: 118)".

Maka malaikat Jibril kembali kepada Allah dan Allah subhanahu wata'ala memberi salam kepada nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam, kemudian malaikat kembali kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dan berkata, wahai Rasulullah Allah subhanahu wata'ala telah menyampaikan kepadamu: " Kami telah meridhoi umat-mu dan tidak akan menyakitimu" Maka di saat itu tenanglah perasaan nabi shallallahu 'alaihi wasallam, namun sebelum itu beliau menangis karena tidak bisa berlepas diri dari ummatnya yang berdosa, beliau masih ingin menyelamatkannya, maka Allah berikan hak syafaat kepada nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam untuk ummatnya yang pendosa (namun tidak menyekutukan Nya) atas seijin Allah subhana wata'ala. Wallahua'alam

Fenomena-fenomena heboh saat rasulullah saw. Diasuh oleh halimah ra.



Disebutkan dalam kitab as-Sirah an-Nabawiyyah juz 1 halaman 57: “Tatkala Nabi Saw. berusia 3 bulan, beliau Saw. sudah bisa berdiri tegak. Saat berusia 5 bulan sudah mampu berjalan lancar. Saat berusia 9 bulan sudah benar-benar bisa berbicara dengan sangat fasih. Dan saat berusia 10 bulan sudah pandai memanah. Beliau Saw. sangat cepat sekali perkembangan fisiknya, hingga saat berusia 2 tahun sudah menjadi anak yang kuat fisiknya. Dan begitulah segala macam anugerah kemuliaan dari Allah Swt. selalu melimpah dan terus bertambah kepada Muhammad bin Abdullah Saw.”

Sesungguhnya tidak ada seorang makhlukpun yang bisa melihat aurat beliau Saw., sebagaimana disaksikan sendiri oleh Sayyidah Halimah Ra. Sebagaimana disebutkan dalam kitab as-Sirah an-Nabawiyyah juz 1 halaman 57, Sayyidah Halimah Ra. berkata: “Sungguh setiap hari senantiasa cahaya turun dari langit kepada beliau Saw. dan tak lama kemudian menghilang.” Hal ini bertujuan untuk menyelimuti Nabi Saw. dengan cahaya itu sehingga tidak terlihat auratnya, sebagaimana sabda Nabi Saw.: “Sesungguhnya diantara kemuliaan yang Allah Swt. anugerahkan kepadaku adalah tidak ada seorang makhlukpun yang melihat auratku.”

Bentuk Asli Malaikat Jibril Yang Diperlihatkan Kepada Rasulullah



Jibril, adalah Malaikatullah yang tugasnya menyampaikan wahyu dan juga malaikat pembawa rezeki. Malaikat Jibril adalah salah satu nama di antara tiga nama malaikat yang di sebut dalam Al Quran. Nama malaikat Jibril di sebut dua kali dalam Al Quran, yakni pada surat Al - Baqarah ayat 97 - 98 dan At Tahrim pada ayat 4. Banyak julukan yang tersemat pada malaikat Jibril, seperti Ruh al Amin dan Ruh al Qudus ( Roh Kudus ), Ar - Ruh Al - Amin dan lainnya. Beginilah bentuk fisik malaikat Jibril :

Bentuk fisik Ruhul’qudus, ada tertera dalam uraian mengenai kisah nabi Muhammad kala beliau mendapat wahyu kali ke dua dan nabi menuntut untuk bertemu atau melihat rupa asli sang utusan Tuhan dari langit dalam rupa yang asli atau bagaimana sesungguhnya dzat wujud Jibril tanpa rupa samar sebagaimana di berkali - kali sang utusan ( ruhul’qudus ) selalu nampak dalam rupa seorang manusia biasa.

Ruhul’Qudus tampak wujudnya dengan enam ratus sayap antara masyrik dan maghrib, ( barat - timur ) sayap dan busana kebesarannya putih laksana mutiara yang larut, dengan rupa yang begitu elok dan rupawan, dan dengan kekuatan yang dahsyat penuh mukzijat.

Kamis, 25 Juni 2015

Sebotol Racun Untuk Semangat Hidup



P


ada suatu hari datanglah seorang pemuda menuju kediaman seorang Sufi. Ia hendak mengutarakan maksud kedatangannya tersebut.
“Sufi, saya sudah bosan hidup, dirumah dimarahi melulu, habis diputusin pacar, kerjaan berantakan. Saya ingin mati saja, hidup ini terlalu sulit” keluh pemuda itu putus asa
Sufi itu tersenyum “sepertinya Anda sedang sakit, pulanglah saya yakin penyakit Anda akan segera sembuh”
“Tidak Sufi sekali lagi tidak. Saya sudah bosan dengan hidup ini. Saya ingin mati saja” rajuk pemuda itu
“Baiklah jika itu kemauanmu. Ambil racun ini, minumlah setengah botol nanti malam, dan sisanya minumlah besok pukul 17.00 dan kau akan mati dengan tenang pada pukul 19.00”
Pemuda itu terheran-heran. Biasanya seorang Sufi akan memberikan semangat hidup kepada orang-orang yang menemuinya. Tetapi Sufi ini justru sebaliknya dan malah menawarkan racun.
Pemuda itu pun pulang, sesampainya di rumah ia pun meminum setengah botol dari racun yang dibawanya. Ia memutuskan untuk keluar membeli sesuatu untuk dimakan bersama keluarganya malam ini. Pemuda itu berniat membeli sesuatu yang istimewa agar memberikan kenangan yang manis untuk keluarganya. Malam itu pun dilewati dengan penuh keceriaan dan kebahagiaan bersama ayah dan ibu nya. Sebelum tidur pun ia mencium kening sang ibu dan berkata “Bu, aku mencintaimu”